Jump to content

Cerpen Horor: Jenazah yang berpindah (Part 2)


TommyLay23
 Share

Recommended Posts

  • Members

6 Hari yang lalu, Sabtu 9 Juni 2018
Keesokan harinya, seorang pria berkacamata dengan memakai hoodie lengan panjang berwarna biru tua, berambut agak gondrong duduk di ruangan yang sama. Penampilannya begitu lusuh, mata yang sembab seperti ada lingkaran hitam yang menglilingi matanya.

“Pagi pak Rifky” Sapa Sigit sambil memasuki ruangan dengan membawa binder besarnya. “Pagi pak” Jawab Rifky sangat lirih.
Sigit duduk di depan Rifky, dan mengeluarkan 4 foto yang diletakan terbalik di depan Rifky, seperti biasa. Sigit membalikan foto pertama, foto jenazah Evha tergeletak di samping jalan berbatu “Pak Rifky sudah lama kenal dengan Evha?” tanya Sigit sambil menunjuk foto tersebut.
Sekilas melihat foto tersebut, kemudian Rifky memejamkan matanya sambil menghela nafas panjang. Sebelum ia menjawab pertanyaan Sigit, ia membalik lagi foto tersebut. Hati Rifky diliputi banyak penyesalan bila melihat foto itu.

“Saya kenal Evha sudah lama sekali pak, sejak kami berdua SMA” jawab Rifky. “Saya teman dekat Evha” Rifky menambahkan. Sigit hanya mengangguk mendengar jawaban Rifky.
“Berarti Pak Rifky tahu banyak tentang Evha” tanya Sigit. “Iya Pak” jawab Rifky singkat

Kemudian Sigit membuka foto kedua, ketiga dan keempat di depannya secara berurutan. Rifky mengangguk, ia mengetahui ketiga pria yang terlihat dalam foto tersebut.
“Ini Taufik, pacarnya Evha. Ia berkerja di salah satu perusahaan percetakan di Solo pak” kata Rifky menunjuk foto pertama. “Pak Rifky Sudah pernah ketemu Pak Taufik?” tanya Sigit. “Belum pak, saya cuma tahu wajahnya dari foto aja. Jawab Rifky. Sigit hanya mengangguk mendengar jawaban Rifky.
“Apa pak Taufik kenal Rifky?” tanya Sigit. “Saya kurang tahu pak, tapi kita belum pernah tatap muka, mungkin hanya tahu sekedar nama saja pak” jawab Rifky

“Itu Beni, pak” kata Rifky menunjuk foto kedua, singkat.
“Beni itu siapanya Evha?” tanya Sigit. “Mantan bossnya Evha pak” jawab Rifky, lagi-lagi singkat.
Sigit menghela nafas mendengar jawaban singkat Rifky. Sepertinya Rifky butuh di-push lebih, agar berbicara lebih banyak. Sigit mengambil satu foto dari bindernya, dan menunjukannya kepada Rifky. Foto itu adalah foto kost mewah yang ditinggali Evha bila sedang bertemu Beni.

“Beni itu siapanya Evha?” Sigit kembali menanyakan pertanyaan yang sama. “Selingkuhannya Evha, pak” kata Rifky sambil menunduk.
“Trus, siapa itu?” tanya Sigit sambil menunjuk foto ketiga. “Itu Pak Mamat, pemilik warung dekat jalur hiking di Cisadon pak” jawab Rifky. “Sering ketemu Pak Mamat?” tanya Sigit. “jarang pak, cuma sekedar tahu nama aja, ketemu kalau lagi hiking sama Evha aja pak.” Kata Rifky tersenggal-senggal, seperti menahan tangis.
“Kapan terakhir kali hiking sama Evha?”
Rifky menangis mendengar pertanyaan Sigit. Sambil terbata-bata ia berusaha menjawab, “Minggu lalu pak, tanggal 2 Juni” jawab Rifky sambil menangis.

9 Hari yang lalu, Rabu 6 Juni 2018
Sigit masih tidak habis pikir mendengar penjelasan panjang Mamat. Ia yang pertama kali menemukan jenazah Evha di kebun miliknya, tapi tidak lapor polisi, malah memindahkan jenazah tersebut, bahkan kalung milik jenazah ditemukan di rumahnya. Semua hal-hal yang memberatkan dilakukan oleh Mamat. Tetapi ia yakin, Mamat bukan pelakunya tapi ia juga yakin, Mamat adalah sosok penting dalam kasus ini.

“Coba sekarang Pak Mamat ceritain, gimana ketemu sama Evha hari itu?” tanya Sigit mencoba sabar.
“Jadi pas saya sama istri lagi siap-siap mau ke pasar, teh Evha dateng sama temennya. Buat istirahat sama beli Aqua. Abis itu, sambil nunggu istri siap-siap, saya kasih makan ayam-ayam sama soang di belakang terus…”.
“Sebentar sebentar… Evha dateng ke warung Pak Mamat gak sendiri?” potong Sigit sebelum Mamat menyelesaikan ceritanya. “Gak pak, sama temenya, cowok, pake kaca mata, rambutnya teh agak gondrong. Tapi saya teh lupa namanya siapa” jawab Mamat.
Lagi-lagi Sigit menghela nafas panjang, sambil mengambil foto pria dan menaruhnya di depan Mamat. “Cowok ini yang dateng ke warung Pak Mamat bareng Evha?” tanya Sigit. Pak Mamat pun mengangguk. “Itu Rifky” kata Sigit. “Oh iya, Kang Rifky” kata Mamat.

“Tapi ndan, Kang Rifky balik ke Bojong Koneng, gak lanjutin hiking” kata Mamat. “Maksudnya?” tanya Sigit.
“Jadi pas warung sudah saya tutup dan mau pergi, Kang Rifky juga ikut pergi. Dia nebeng truck pick up yang kebetulan lewat depan warung, gak lanjutin hiking, balik ke Bojong Koneng” terang Mamat.
“Trus Evha?” tanya Sigit.
“Pas saya sama istri pergi, Evha masih di warung, masih mau istirahat dulu katanya. Ya udah saya tinggal aja” jawab Mamat.
Sigit terlihat begitu mengernyitkan dahinya mendengar keterangan Mamat. “Waktu Rifky sama Evha di warung Pak Mamat, ada pembicaraan mereka yang Pak Mamat denger?” tanya Sigit
“Gak ndan, pas itu saya teh lagi di belakang, kasih makan ayam sama soang sambil nungguin istri siap-siap” jawab Mamat.

Sambil mengangguk-anggukan kepala, Sigit mengambil foto Beni dan Taufik. “Pak Mamat pernah kenal atau liat dua orang ini?” tanya Sigit.
Sambil berfikir sejenak, Mamat kemudian berkata “Jadi pas pergi ke pasar itu, gak jauh dari warung, motor yang saya pakai sama istri teh kepleset. Karena jalanan lagi becek banget. Nah, orang ini bantuin saya pas motor saya kepleset” kata Mamat sambil menunjuk salah satu foto.
“Saya inget banget, soalnya cowok itu bajunya aneh. Pakai pakaian kerja rapi di jalur hiking. Pakai sepatu kerja dan pakai celana bahan gitu ndan. Gak cocok buat hiking” terang Mamat.
Sigit terdiam mendengar penjelasan tersebut, sambil memandang foto yang ditunjuk Mamat, ragu.

8 Hari yang lalu, Kamis 7 Juni 2018
Beni masih menangis sesenggukan, di depannya terlihat 3 buah foto yang berpotensi besar akan merusak karir politiknya yang baru saja dimulai dan pasti akan merusak rumah tangganya. Ya, tangisan Beni bukan untuk kematian Evha. Tampaknya Sigit, yang sedari tadi duduk di depan Beni, menyadari hal tersebut. Terlihat dari pandangan Sigit ke Beni, seperti melihat sampah.

“Kapan terakhir kali kamu ketemu Evha?” tanya Sigit setengah berteriak
“Kamu gak usah pakai nangis, cukup jawab pertanyaan saya” kata Sigit tegas.
“Minggu lalu pak, hari kamis” jawab Beni menjawab terbata-bata. Sigit mengecek tanggal di handphonenya. Kamis, minggu lalu, 31 Mei 2018, pikirnya. “Tepatnya kapan? Jam berapa? Dimana?” tanya Sigit.
“Siang pak, di Mall Plaza Semanggi” kata Beni singkat
“Ketemu untuk apa?” tanya Sigit
“Ngebahas soal itu pak” kata Beni sambil menunjuk foto hasil USG di hadapannya. “Kamu maunya janin itu diaborsi sedangkan Evha enggak” kata Sigit sambil melihat foto-foto capture chat antara Beni dan Evha, menyimpulkan. Beni hanya mengangguk.

“Kamu di mana pas hari sabtu tanggal 2 Juni 2018?” tanya Sigit
“Karena saya pusing masalah Evha, saya menyendiri di kantor travel pak” jawab Beni.
“Kantor kamu lagi direnovasi kan? Hari sabtu berarti gak ada karyawan lain. Berarti gak ada saksi atau bukti bahwa hari sabtu tanggal 2 Juni 2018 kamu ada di kantor itu?” Simpul Sigit, sinis.
Beni hanya menggelengkan kepalanya, lemah.

6 Hari yang lalu, Sabtu 9 Juni 2018
“Mestinya saya gak ninggalin dia di sana pak” kata Rifky terbata-bata. “Saya nyesel banget ninggalin Evha di Cisadon. Kalau saya ada di sana, Evha mungkin masih ada” lanjut Rifky masih terbata-bata.
“Pak Rifky kapan berpisah dengan Evha ketika hiking?” tanya Sigit tidak peduli Rifky yang menangis di depannya. “Di warungnya Pak Mamat” jawab Rifky singkat.
“Kenapa?” tanya Sigit.
“Karena ini?” Sigit lanjut bertanya, sambil menunjukan foto hasil USG
Rifky pun mengangguk. “Saya kecewa dengan Evha. Saya tahu dia menyelingkuhi Taufik dengan Beni, tapi saya kira itu hanya usaha Evha untuk menyambung hidup. Symbiosis mutualisme. Tapi ketika dia bilang dia akan membesarkan bayinya walaupun sendiri karena itu adalah buah cintanya dengan Beni, saya benar-benar kecewa” Jelas Rifky.
Sigit hanya diam mendengarkan Rifky

“Saya bingung apa yang Evha mau, membesarkan anak tidak mudah. Apalagi tanpa bapak, apalagi anaknya adalah hasil selingkuh, apalagi dia tidak bekerja sekarang” lanjut Rifky.
“Pasti berat ya Pak Rifky, kalau wanita yang bapak sayangi menghancurkan diri sendiri dan bapak gak bisa berbuat apa-apa” kata Sigit.
Rifky hanya menunduk mendengar perkataan Sigit.
“Saya tahu dia gak cinta saya, saya bisa mengerti itu. Saya tahu dia selingkuh, saya benar-benar berusaha mencoba untuk mengerti itu. Tapi yang ini, saya gak bisa. Maka dari itu, saya pergi ketika Evha menceritakan semuanya” terang Rifky.
“Dan sekarang saya sangat menyesal” kata Rifky kembali menangis.

Hari ini, Rabu 15 Juni 2018
Sigit memasuki ruangan dengan membawa binder besarnya. Seorang pria sudah menunggu di ruangan tersebut, memakai kaos lengan panjang berwarna hitam duduk rapi dan terlihat sangat santun. Sigit duduk di hadapan pria tersebut. Kemudian ia mengeluarkan sebuah foto dan sebuah dokumen. Pria itu melihat foto dan dokumen yang ada di hadapannya. Tersenyum
Seketika, pria itu merubah posisi duduk santunnya, kaki kirinya kini ditumpangkan ke lutut kaki kananya. Kemudian ia menyisingkan lengan kaos panjangnya dan melipatnya di depan dada. Terlihat sebuah tattoo di tangan kanannya tersikap.
Sambil tersenyum, pria itu berkata singkat, tanpa sedikitpun terlihat penyesalan diwajahnya
“Ya, saya pembunuh Evha”

“Pak Taufik, atas alasan apa, Pak Taufik berpergian ke Bekasi pada 1 Juni 2018, dengan menggunakan mobil milik kantor bapak” tanya Sigit kepada pria di depannya. “Apa untuk membunuh Evha?”. Tanya Sigit sambil menunjukan foto mobil kantor Taufik bernopol Kota Solo yang tercapture cctv rumah di depan kost Evha di Bekasi.
Masih dengan sikap yang santai, Taufik menjawab “Gak, saya sama sekali tidak ingin membunuh Evha, takdir yang menginginkan saya membunuh Evha, hari itu saya pergi jauh-jauh dari Solo untuk menyelamatkan hubungan kami yang sudah Evha rusak”

“Takdir?” tanya Sigit
“Iya, saya sampai di Bekasi tanggal 1 Juni, sore hari. Ketika itu Evha tidak ada di kost, saya kembali ke mobil untuk menunggu Evha. Malam itu, Evha kembali ke kostnya dengan diantar oleh laki-laki dengan menggunakan mobil. Takdir menentukan saya melihat Evha kembali dengan pria itu” jawab Taufik. “Mereka tidak langsung turun mobil. Sekitar setengah jam kemudian baru mereka keluar mobil” lanjutnya

“Pemandangan yang pasti bikin pak Taufik marah kan?” simpul Sigit.
“Iya, siapa yang tidak marah? saya jauh-jauh dari Solo untuk berusaha menyelamatkan hubungan kami. Sampai di Bekasi, saya malah melihat Evha malah diantar oleh laki-laki lain” Jawab Taufik
“Siapa yang mengantar Evha?” tanya Sigit sambil menunjukan foto Rifky dan Beni kepada Taufik.
“Dia, cowok itu yang mengantar Evha” kata Taufik sambil menunjuk foto Rifky
Sigit diam saja mendengar jawaban Taufik. Padahal ia tahu kalau sebenarnya Taufik marah kepada pria yang salah.
“Tapi saya masih mencoba menenangkan diri, saya mencoba menenangkan diri dan tidak bertemu dulu dengan Evha dalam keadaan marah. Saya putuskan untuk tinggal di mobil malam itu, dan paginya ketika emosi saya mereda, saya baru akan bicara dengan Evha” kata Taufik

“Kemudian ini” kata Sigit sambil menunjukan dokumen di depan Taufik.
“Itu record GPS tracking di mobil perusahaan yang Pak Taufik pakai. Tanggal 2 Juni terekam pergerakan mobil ke arah Sentul. Pak Taufik ke mana ketika itu” tanya Sigit.
“Hari itu, pagi-pagi buta, mobil yang sama datang lagi menjemput Evha. Saya mengikuti kemana mereka pergi” jawab Taufik. “Kemudian ketika keduanya hiking, Pak Taufik juga mengikuti mereka hiking?” tanya Sigit. Taufik hanya mengangguk.
“Saya benar-benar marah ketika itu. Saya sebenarnya tidak tahu kenapa saya mengikuti mereka hiking. Yang saya tahu, saya merasa sangat marah” kata Taufik.

“Kapan pak Taufik membulatkan tekad untuk menghabisi Evha? apa ketika Evha sendiri? Apa Pak Taufik berusaha mencoba membunuh keduanya, tapi yang ada hanya Evha?”
“Tidak tahu pak, saya tidak berfikir apapun ketika itu, yang ada hanya marah” kata Taufik.
“Lalu, kenapa bapak pesan tiket pesawat Solo-Jakarta tanggal 9 Juni 2018? Untuk nutupin jejak?” tanya Sigit. Taufik hanya mengangguk lemah.

Sigit kembali ke meja kerjanya. Taufik sudah diamankan oleh petugas kepolisian. Ia membolak-balik berkas kasus pembunuhan pertamanya. Dilihatnya foto Rifky. Ia sadar, bila Rifky tidak berpisah dengan Evha di warung pak Mamat, mungkin Rifky juga akan menjadi korban pembunuhan Taufik yang sedang dibutakan kemarahan. Atau malah sebaliknya, pembunuhan Evha Permata tidak akan pernah terjadi.

Entahlah. Ditutupnya binder bertuliskan “Evha Permata” itu, kemudian ia taruh di lemari yang penuh dengan binder-binder berdebu lainnya.

Cerpen Karangan: Jie Laksono

Edited by TommyLay23
  • Like 1
  • pitalk 1
Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Paste as plain text instead

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

 Share



  • Topics

  • Posts

    • A crypto token is a virtual currency token or a denomination of a cryptocurrency. It represents a tradable asset or utility that resides on its own blockchain and allows the holder to use it for investment or economic purposes. Crypto tokens, like legal tender, can represent an investor's share in a corporation or serve an economic purpose. This means that token holders can use them to make purchases or exchange them for profit, just like traditional securities. The term crypto token refers to a special virtual currency token or how cryptocurrencies are denominated. These tokens represent fungible and tradable assets or utilities that reside on their own blockchains. Crypto tokens are frequently used to raise funds for crowd sales, but they can also be used to replace other items. The traditional initial coin offering (ICO) method, which comprises a crowdsourcing exercise to support project development, is used to produce, distribute, sell, and circulate these currencies.   KEY TAKEAWAYS • Crypto tokens are a type of cryptocurrency that represents an asset or specific use and reside on their own blockchain. • Tokens can be used for investment purposes, to store value, or to make purchases. • Cryptocurrencies are digital currencies used to facilitate transactions (making and receiving payments) along the blockchain. • Altcoins and crypto tokens are types of cryptocurrencies with different functions. • Created through an initial coin offering, crypto tokens are often used to raise funds for crowd sales.   How Crypto Tokens Work? Crypto tokens, as previously stated, are cryptocurrency tokens. These tokens are denominated in cryptocurrencies or virtual currencies, and they have their own blockchains. Blockchains are specialized databases that store data in blocks that are subsequently connected together in a chain. This means that crypto tokens, also known as crypto assets, represent a specific monetary unit.   Here's how it all works. Crypto refers to the various encryption algorithms and cryptographic techniques that safeguard these entries, such as elliptical curve encryption, public-private key pairs, and hashing functions. Cryptocurrencies, on the other hand, are systems that allow for secure payments online which are denominated in virtual tokens. These tokens are represented by ledger entries internal to the system. These crypto assets often serve as the transaction units on the blockchains that are created using the standard templates like that of the Ethereum network, which allows a user to create tokens.3 Such blockchains work on the concept of smart contracts or decentralized applications, wherein the programmable, self-executing code is used to process and manage the various transactions that occur on the blockchain.   TIP: A smart contract is a self-executing contract with the terms of the agreement between buyer and seller directly written into lines of code. The code and the agreements contained therein exist across a distributed, decentralized blockchain network. The code controls the execution, and transactions are trackable and irreversible.   For example, you can have a crypto token that represents a certain number of customer loyalty points on a blockchain that is used to manage such details for a retail chain. There can be another crypto token that gives entitlement to the token holder to view 10 hours of streaming content on a video-sharing blockchain. Another crypto token may even represent other cryptocurrencies, such as a crypto token being equal to 15 bitcoins on a particular blockchain. Such crypto tokens are tradable and transferrable among the various participants of the blockchain.   Special Considerations Tokens are created through an initial coin offering, which represents the cryptocurrency version of an initial public offering (IPO). Tokens are created by cryptocurrency companies that want to raise money. Investors who are interested in the company can purchase these tokens. Investors can use crypto tokens for any number of reasons. They can hold onto them to represent a stake in the cryptocurrency company or for an economic reason—to trade or make purchases of goods and services. As a practical example, decentralized storage provider Bluzelle allows investors to stake their native tokens that help secure its network and earn transaction fees and rewards.   What is the difference between a crypto coin and a crypto token? Crypto coins allow individuals to make payments using their digital currency. People can use tokens, though, for many more reasons. They can use them for trading, to hold as a store of value, and of course, to use as a form of currency. Source: : https://www.investopedia.com/terms/c/crypto-token.asp....     by: Jerich Maasin TPG - CA
    • Do you have a hard time comprehending the crypto world? Don't be concerned. We're going to make things as simple as possible, so stick with us and learn everything there is to know about smart contracts. So, let's get started: What is a Smart Contract?   A smart contract is a piece of code that performs an action if another event occurs. This method has given it the moniker "if this, then that." One may argue that smart contracts were the brainchild of Nick Szabo, who originated the phrase in the early 1990s, long before blockchain technology existed. "A collection of promises, stated in digital form, including procedures within which the parties act on these promises," he said at the time.   How and where can write them? They're usually created using the Ethereum network and the Solidity programming language.   Smart Contracts are Immutable They are unable to change. When they are activated, they are designed to perform something ("if this, then that"). Because smart contracts are coded on the blockchain, they, like the blockchain, cannot be modified, even if the code has a fault or inefficiency. They can, however, be "replaced" by a new contract, which must state that the previous version is not to be used.   Smart Contracts are Distributed This indicates that there are no inconsistencies. Smart contracts are online agreements that may be performed automatically if specific circumstances are satisfied. They're made to prevent human mistake and problems. Because the code is shared over a worldwide network of computers, everyone can see the terms that were agreed upon.   So, how do they work? Let's look at some instances of how smart contracts may be used. The conditions under which a smart contract settles can be limitless when writing one. They can include, but are not limited to, the following examples: • “I will give you 10 ETH (Ethereum)” and in turn “You will give me 30000 ADA (Cardano)” • “A certain number of tokens will be wired to an account if you reach a certain verifiable goal within or without a timeframe (ex: getting people to sign up for something)” • “If X happens, you will receive Y” • “If a predetermined address reaches a certain point (such as, for example, 100 ETH), every donator will receive a portion of something, such as, an NFT” Here are more concrete examples of its applications:   Token Switching Smart contracts allow users to form money pools using pairs of tokens, allowing them to swap one token for another. As the volume of one increase, the price of the other rises in order to maintain a constant value in the pool. This is especially useful for day traders and investors who want to buy in a currency that isn't currently available on their favorite exchange.   Flash Loans What if we told you that you could get a one-million-dollar loan with no money down? You can if you construct a smart contract that pays it back in the same minute or transaction block, and/or if you overcollateralize it. There are no other conditions. And we understand if you're asking why someone would take out a million-dollar loan on the spur of the moment. The answer is straightforward: conjecture. You may buy a coin on one platform and sell it on another for a greater price, then return the money and pocket the profit. The smart contract may even check itself by simulating what you've programmed and telling you whether or not what you've coded is actually achievable and the money will be returned to the lender. This practice would be difficult to carry out in traditional finance, but blockchain technology has made it not only conceivable, but also commonplace.   Wrapping up! Smart contracts are the way of the future, and we strongly advise you to familiarize yourself with them because their acceptance and use are already underway. Being proactive with smart contracts might be a great way to go, since you'll be well-versed when they become more widely used. Keep an eye out for them and prepare yourself, since it's only a matter of time until they take over. Source: https://www.forexlive.com/Education/understanding-smart-contracts-20220117/?fbclid=IwAR1DPrqgTALmoaTnuifORDpSqFW4RFgOicya5KwYP2xv5W_XdXQvulgDinA   by: Jerich D. Maasin TPG-CA
    • Ya / Ok sama bang pilihannya gak ada kata tidak... Tahap awal dipaksa dulu suka gak suka belakangan🤭🤣🤣 Kebijakan sama Aturan mirip tapi tak sama 🤭🏃👍🏼
    • Lakukan saja dulu ,nikmati orang lain yang kita harapkan menghargai  Niat baik kita sudah cukup kritik boleh lah setidak nya ada Gitu kura kura bang menurut saya🤭🤣
×
×
  • Create New...